Kompetensi Sikap Dalam Kelas, Bagaimana Kita Menilainya?

3 Likes Comment
kompetensi sikap dalam kelas

Kompetensi Sikap Dalam Kelas – Bagi anda yang akan menjadi seorang guru tentu harus tahu menilai kemampuan diri siswa. Salah satunya adalah kompetensi sikap yang merupakan salah satu elemen penting dalam pendidikan.Kompentensi sikap biasanya ikut membentuk siswa untuk berkembang dalam pendidikan. Dalam K13 atau lebih dikenal sebagai Kurikulum 2013 Kompetensi sikap terbagi menjadi dua yakni sikap spiritual dan juga sikap sosial.

Sikap spiritual adalah Spiritual atau sikap keimanan menjadi yang pertama sebab iman menjadi bagian sentral dalam kehidupan peserta didik sejak kecil. Untuk itu, sikap spiritual ini lebih di tekankan pada kehidupan iman rohaniah seorang peserta didik. Salah satu kecilnya adalah menjalankan ibadah tepat waktu. Baik di Gereja, Vihara, Mesjid dan lain-lainnya.

Dan tentunya, peserta didik harus diajar cara menghargai kehidupan spiritualitas seperti menghargai diri sendiri. Begitupun menghargai ajaran agama yang berbeda. Sedangkan sikap sosial kira-kira sebelas dua belas dengan sikap spritual. Perbedannya hanya cara melaksanakannya. Sikap sosial adalah bentuk norma masyaraakat yang dianut. Menghargai orang yang lebih tua jadi salah satu contohnya.

Tetapi masih banyak yang bingung bagaimana dapat menilai kompetensi sikap didalam suatu kelas? Bagaimana kompetensi sikap itu dapat menjadi acuan dalam program pengajaran? Dan lain sebagainnya.

Anda tentu punya berbagai jawaban atas pertanyaan-pertannyaan itu kan? Tetapi jangan takut, selalu ada solusinya. Tetapi sebelum masuk pada solusi, agar dapat menilai kompetesi sikap peserta didik ada baiknya kita mengetahui indikator-indikator dari kompetensi sikap itu. Indikator-indikator itu antara lain :

Jujur

Jujur merupakan perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan dan pekerjaan. Apakah sahabat wekkeria adalah orang yang jujur?

Disiplin

Perilaku tertib dan patuh pada aturan-aturan yang ada. Baik yang mengikat ataupun yang tidak mengikat. Misalnya, datang tepat waktu, patuh pada aturan sekolah dan sebagainya. Sahabat Wekker, Apakah sahabat wekkeria telah menjadi orang yang disiplin selama sekolah?

Bertanggungjawab

Tanggungjawab? Sudah tidak asing kan? Tanggungjawab adalah sikap untuk melaksanakan tugas dan kewajiban yang telah diberikan dengan baik dan benar, yang sudah seharusnya ia lakukan, baik itu terhadap diri sendiri, terhadap masyarakat, terhadap agamanya atau lingkungannya.

Contoh dari sikap tanggungjawab adalah Melaksanakan tugas yang sudah diberikan oleh Guru dengan baik. Sahabat wekker, sudahkah kita bertanggunjawab?

Toleran

Wah, ini yang mesti dilakukan dengan sungguh-sungguh oleh sahabat wekker. Indonesia kan negara berbudaya dengan seribu budayannya, jadi tidak salah kan kalau toleransi mesti di lakukan dengan sungguh-sungguh.

Toleransi ialah sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan Lain). Contohnya, menghormati teman yang sedang beribadah menurut keyakinannya. Apakah sahabat wekker sudah bersikap toleran selama ini?

Gotong Royong

Budaya kerja orang Indonesia itu Gotong Royong. Kerja sama. Dalam Bahasa Banggai itu disebut dengan Pololo Buku. Gotong royong adalah kerja sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama dan saling berbagi tugas dan melakukannya dengan iklas. Contohnya adalah terlibat aktif dalam kerja bakti di sekolah. Lalu apakah selama ini sudah kita sudah bersikap demikian?

Sopan Santun

Sopan santun adalah sikap yang sangat baik dalam pergaulan. Inilah yang mesti di miliki oleh sahabat Wekkeria. Contohnya adalah tidak berkata-kata kotor dan kasar dalam pergaulan. Sahabat wekker, sudahkah kita bersikap sopan santun?

Percaya Diri

Yang terakhir dari menilai kompentensi sikap adalah percaya diri. Percaya diri adalah suatu kondisi mental atau psikologis dari diri seseorang yang memberikan keyakinan kuat pada dirinya sendiri untuk berbuat atau melakukan suatu tindakan. Contohnya mampu mengambil keputusan. Percaya diri adalah apakah kita sudah percaya diri? Yang terpenting, apakah kepercayaan diri kita tidak berlebihan?

Nah demikian artikel tentang komptensi sikap dalam kelas dan bagaimana kita menilainya. Semoga artikel ini bermanfaat!

You might like

About the Author: miminwekerindo

Seorang full-time blogger yang baru belajar ngeblog beberapa tahun lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.