Cara Mencegah Demam Berdarah Yang Terbukti Berhasil

3 Likes Comment
cara mencegah demam berdarah

Terkait dengan cara mencegah demam berdarah yang akan kita bahas dibawah ini merupakan upaya pencegahan Demam Berdarah (DBD) yang lazim dan umum dilakukan. Pencegahan ini juga merupakan rekomendasi dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Apa itu Demam Berdarah?

Menurut World Health Organization (WHO), Demam Berdarah [DBD] atau dangue fever adalah sebuah penyakit yang disebabkan karena virus pendemi dan muncul diberbagai belahan dunia.

DBD biasanya muncul dan berkembang di daerah pemukiman kumuh, pinggiran kota serta pedesaan. Selain itu juga, DBD memiliki pengaruh yang signifikan di daerah tropis dan subtropis.

Demam Berdarah merupakan infeksi virus yang ditularkan oleh nyamuk dan menyebabkan penyakit seperti flu yang parah dan kadang-kadang menyebabkan komplikasi dan berpotensi mematikan.

Dalam 50 tahun terakhir, kasus Demam berdarah meningkat 30% diseluruh dunia. Diperkirakan terdapat 50-100 juta orang terinfeksi DBD setiap tahun dan tersebar lebih dari 100 negara.

Baca Juga : Apa itu Kesehatan?

Hal ini berarti sebagian besar populasi dunia terancam terinfeksi oleh Demam Berdarah. Demam Berdarah pertama kali di kenal pada tahun 1950-an selama periode epidemi DBD yang melanda Filipina dan Thailand.

Saat penyakit ini menyebar ke beberapa wilayah lain di Asia tengara [termasuk juga Indonesia dan Amerika Latin] menyebabkan ribuan warga harus di rawat intensif, dan beberapa diantaranya dilaporkan meninggal dunia.

Laporan kematian akibat DBD juga meningkat di kalangan anak-anak dan orang dewasa di wilayah tersebut.

Siklus DBD yang berupa virus melibatkan peran nyamuk sebagai pemancar [atau vector] dan manusia sebagai korban utama dan juga sumber infeksi.

Untuk memahami apa itu DBD, berikut ada beberapa elemen kunci dari pengertian ini, antara lain:

a. Virus

Demam Berdarah [DBD] terdiri dari empat serotipe yang berbeda satu dengan yang lain [DEN-1, DEN-2, DEN-3 dan DEN-4] yang termasuk dalam genus Flavivirus dan merupakan famili Flaviviridae.

Baca Juga : Tips Menjaga Kesehatan Mata

Genotipe yang berbeda juga diindentifikasi dalam setiap serotipe, dan biasanya disoroti pada keragaman genetik yang luas dari seroptipe demam. Diantara mereka, Genotipe ‘ASIA’ yakni DEN-2 dan DEN-3 sering dikaitkan dengan penyakit lain yang lebih berat dengan cara infeksi sekunder.

b. Peran nyamuk

Nyamuk Aedes aegypti adalah vektor utama yang mentransmisikan virus sehingga menyebabkan seseorang menderita demam berdarah.

Virus-virus yang disebabkan oleh nyamuk tersebut ditularkan ke manusia lewat gigitan Aedes betina yang infektif. Nyamuk ini mendapatkan virus tersebut lewat gigitan dari orang yang pernah terinfeksi sebelumnya.

c. Manusia

Setelah terinfeksi, manusia akan menjadi pembawa utama sebab mereka akan menggandakan virus tersebut, yang berfungsi sebagai sumber virus bagi nyamuk lain yang tidak terinfeksi.

Virus ini bersirkulasi dalam darah orang yang terinfeksi selama 2-7 hari. Diperkirakan, waktu tersebut adalah waktu yang sama ketika orang mulai mengalami demam.

Seseorang yang sudah terinfeksi demam berdarah dapat menularkan infeksi lewat nyamuk Aedes setelah gejala pertama muncul [biasanya 4-5 hari, maksimum 12 hari].

Baca Juga : Cara Cek Kesehatan Tubuh Dengan Mudah

Pada manusia, pemulihan dari infeksi oleh satu virus DBD memberikan kekebalan seumur hidup terhadap serotipe virus tertentu.

Namun, kekebalan ini hanya memberikan perlindungan parsial dan sementara terhadap infeksi selanjutnya oleh tiga seroptipe virus lainnya.

Bukti menunjukan bahwa, faktanya, infeksi berurutan meningkatkan risiko terkena Demam Berdarah lebih parah lagi. Interval waktu antar infeksi dan urutan infeksi virus tertentu mungkin juga penting untuk diperhatikan.

Tanda dan Gejala Demam Berdarah [DBD]

Kebanyakan orang yang terinfeksi memiliki gejala ringan [biasanya hanya demam biasa] dan bahkan tanpa gejala.

Sekitar 1 dari 4 orang yang terinfeksi DBD biasanya hanya akan jatuh sakit. Gejala ringan demam berdarah dapat disalah artikan sebagai penyakit lain yang menyebabkan demam dan penyakit serupa seperti flu. Kebanyakan orang akan pulih setelah 1 minggu.

Namun, ada beberapa gejala yang paling umum penderita demam berdarah, sebagai berikut :

  1. Sakit kepala
  2. Nyeri mata (biasanya di belakang mata)
  3. Nyeri otot, sendi, atau tulang
  4. Ruam
  5. Mual dan muntah
  6. Pendarahan yang tidak biasa (hidung atau gusi berdarah, bintik merah kecil di pada kulit, atau memar yang tidak biasa)

Cara mengenali kalau seseorang itu menderita DBD

Ada baiknya kita mengenali lebih intensif kalau seseorang itu menderita Demam Berdarah [DBD]. Cara mengenalinya adalah sebagai berikut :

  • Tanda-tanda DBD. Perhatikan tanda-tanda dan gejala demam berdarah yang parah untuk berkembang 24-48 jam setelah seseorang sembuh dari demam. Jika Anda atau anggota keluarga menunjukan tanda-tanda diatas, segera kunjungi rumah sakit terdekat.
  • Nyeri atau muntah perut yang parah (setidaknya 3 kali muntah dalam 24 jam)
  • Pendarahan dari hidung atau gusi
  • Muntah darah atau darah di tinja
  • Mengantuk atau mudah tersinggung
  • Kulit pucat, dingin, atau lembab
  • Sulit bernafas

Jika Anda berpikir anda mungkin menderita demam berdarah sebaiknya segera ke klinik, puskemas atau rumah sakit terdekat.

Biasanya, perawat atau dokter akan mengidentifikasi dulu apa yang menjadi penyebab anda menderita DBD atau mungkin karena disebabkan oleh virus serupa seperti chikungunya atau Zika.

Cara Mencegah Demam Berdarah

Lalu bagaimana cara mencegah demam berdarah? Ada beberapa metode pencegahan yang dapat anda ikuti. Antara lain:

a. Gunakan Lotion Anti Nyamuk

Upayakan untuk melakukan penyemprotan nyamuk didalam rumah serta memanfaatkan teknologi tepat guna larvitrap.

b. Lakukan pemberantasan sarang nyamuk

Secara berkala, upayakan untuk selalu melakukan pembersihan didalam rumah, kamar tidur, WC dan seluruh wilayah disekitar rumah yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

c. Terapkan Gerakan Satu Rumah Satu Jumatik

Gerakan ini merupakan gerakan yang digagas oleh Kementrian Kesehatan RI guna mencegah Demam Berdarah disekitar rumah. Jumatik adalah akronim dari Juru Pemantau Jentik dalam skala paling kecil yakni keluarga.

d. Kenakan baju lengan panjang dan celana panjang sebelum tidur

Baju lengan panjang dan celana panjang mampu mencegah gigitan nyamuk selama tidur. Usahakan untuk menggunakan baju seperti diatas untuk mencegah gigitan nyamuk sekaligus mencegah DBD.

e. Lakukan gerakan PSN

Geraka PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) minimal 1 kali seminggu terutama di wilaya-wilayah yang rawan menjadi sarang nyamuk.

f. Segera ke Puskesmas atau RS terdekat apabila timbul gejala DBD

Setiap tahun, diperikirakan 400 juta orang terinfeksi virus DBD. Sekitar 100 juta orang jatuh sakit. Wabah ini juga sebagian besar terjadi di wilayah Asia Tenggarah, Pasifik Barat, Mediterania Timur, Amerika, Karibia dan Afrika.

Jika anda sakit demam berdarah

  • Minum acetaminophen atau parasetamol untuk mengendalikan demam berdarah sekaligus untuk menghilangkan rasa sakit. Jangan minum aspirin atau ibuprofen
  • Banyak istirahat dan minum air yang cukup untuk mencegah dehidrasi
  • Selama minggu pertama infeksi, virus DBD akan diidentifikasi dalam darah Anda. Jika nyamuk menggigit anda, ia bisa terinfeksi dan menyebarkan virus DBD tersebut ke orang lain lewat gigitan. Untuk membantu mencegah orang lain terkena hal yang sama, lindungi diri Anda dari gigitan nyamuk selama minggu pertama sakit
  • Beristirahatlah di ruangan yang tertutup atau ber-AC atau di bawah kelambu saat Anda demam.

Nah demikian artikel tentang cara mencegah demam beradarah. Semoga artikel ini bermanfaat~

You might like

About the Author: miminwekerindo

Seorang full-time blogger yang baru belajar ngeblog beberapa tahun lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.