Ancaman Jenuni Dari Daging Sapi Dan Ayam

2 Likes Comment
jejuni dari daging sapi dan ayam

Ancaman Jenuni Dari Daging Sapi Dan Ayam – Bagi beberapa orang mengkonsumsi hewan seperti sapi, ayam anjing adalah hal lazim. Setidaknya, hanya bagian kecil saja masyarakat Indonesia yang berstatus vegetarian.

Dibalik kebiasaan mengkonsumsi hewan ternak tersebut ternyata ada bahaya yang timbul dari daging ayam dan daging sapi berupa virus atau bakteri.

Biasanya, bahaya ini terjadi melalui proses zoonosis dimana terjadinya perpindahan parasit, virus dan bakteri dari hewan ke manusia dan sebaliknya. Isu ini beberapa kali mencuat ditengah masyarakat sebab bisa mengancam kesehatan masyarakat umum salah satunya adalah kandungan parasit dalam daging sapi atau ayam.

Parasit pada daging

Campylocbater jejuni adalah salah satu bakteri spiral yang berkembang pada ayam atau sapi. Bakteri ini bisa menginfeksi tanpa menimbulkan gejala penyakit tertentu pada manusia.

Jika sudah masuk ke dalam tubuh bakteri ini akan menyebabkan diare, perut keram, nyeri perut dan demam. Fases diare seringkali disertai lender dan darah atau biasa disebut juga dengan Bloody Diarrhea.

Selain itu, bakteri ini juga menyebabkan infeksi aliran darah (baktermia), terutama pada penderita kencing manis dan kanker. Pada beberapa kasus, infeksi yang terjadi memang tergolong ringan dan hanya dilihat masalah penyakit biasa, tetapi bakteri ini bisa berakibat fatal pada anak-anak, lansia, dan orang-orang tertentu yang mengalami gangguan imun pada tubuhnya.

Infeksi terjadi biasanya melalui mulut dan berasal dari makanan seperti susu yang tidak melalui proses dipasteurisasi dan air telah tidak terkontaminasi, begitu juga kontak dengan hewan yang terinfeksi termasuk unggas, kucing, anjing, domba dan juga babi atau melalui fases hewan lewat makanan yang telah terkontaminasi melalui daging yang tidak di masak dengan baik.

Kadang-kadang, infeksi dapat menyebar lewat kontak langsung person to person atau hewan yang telah terinfeksi atau ekskretanya serta aktivitas seksual anal-genital-oral sebagai transmisi.

Bagaimana mencegahnya? Untuk menghindari bakteri ini, daging harus dimasak dengan matang, mencuci tangan dengan sabun sebelum membersihkan daging mentah baik sapi ataupun ayam, serta membersihkan peralatan masak yang dipakai untuk mengolah daging tersebut. Selain itu, dapat juga ditempuh dengan mengkonsumsi makan atau pangan segar dariapda makanan yang telah diawetkan.

You might like

About the Author: miminwekerindo

Seorang full-time blogger yang baru belajar ngeblog beberapa tahun lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.