Akuntansi: Antara Sains, Seni atau Teknologi?

2 Likes Comment
Akuntansi Antara Sains

Akuntansi: Antara Sains, Seni atau Teknologi? – Hari ini banyak orang berkata kalau akuntansi sebagai salah satu sistem ilmu pengetahuan sudah banyak berkembang sejak pertama kali di gunakan secara resmi pada akhir tahun 1970-an.

Ini berarti, akuntansi boleh mengambil bagian dalam ilmu pengetahaun yang ada, dengan tujuan untuk mengembangkannya secara reliable sebagai suatu proses untuk dapat mengungkap kebenaran.

Tetapi tentu, akuntasi masih bergantung kuat pada rumusan matematik dan juga konsep ekonomi dalam penerapannya. Sebagai suatu model yang secara khusus mempelajari guna membuat laporan keuangan untuk diberikan kepada pihak-pihak yang membutuhkan berarti akuntansi merupakan kegiatan mencatat, menggolongkan dan meringkas transaksi dan kejadian arus uang, kas, laba dengan cara tertentu.

Perintis ilmu akuntansi

Tetapi khusus pada bentuk satuan mata uang adalah untuk menafsirkan hasil-hasilnya. Perintis awal akuntasi adalah seorang biarawan Italia bernama Br. Luca Pacioli pada tahun 1494.

Baca Juga : Mengapa Banyak Yang Menyebut Stadium Generale Sebagai Stadium Generale?

Pada awal perkembangannya akuntansi dapat dikatakan sebagai sebuah kerjinan. Dalam bahasa lain, akuntansi juga dipandang sebagai suatu disiplin ilmu ekonomi yang tidak sedang berada dalam ruang kosong tetapi berada dalam konteks organisasi dan masyarakat tertentu. Olehnya akuntansi banyak dipengaruhi dan mempengaruhi lingkungannya.

Maka konsep dasar serta prinsip akuntansi termasuk teori-teori baru yang dikembangkan selaras dengan perkembangan lingkungan dan bukan sekedar membenarkan konsep dasar serta prinsip dari teori-teori yang sudah teruji.

Salah satu contohnya adalah bahwa sampai hari ini teori akuntansi masih mengalami permasalahan akibat perubahan harga atas perbedaan nilai uang yang ada dan berlaku dalam suatu masyarakat secara continue dan terus menerus. Kajian ini berangkat dari asumsi bahwa daya beli uang tidak akan stabil jika nilai dan manfaat barang berubah.

Baca Juga : Membaca Sastra di Era Digital

Dalam perkembangannya kemudian, akuntansi dibagi menjadi dua bagian yakni akutansi normatif serta akuntansi positif. Akuntansi normatif adalah akuntansi yang menekankan pada penalaran yang dilandasi dengan pertimbangan atas nilai, etika dan moral sedangkan akuntansi positif sering identik pada penerapannya terhadap suatu kejadian melalui pengamatan empiris, kemudian menerapkannya namun mengesampingkan aspek nilai, etika dan moral didalamnya itulah kenapa akuntansi positif sangat pasti, tegas dan tanpa neko-neko dalam aplikasinya.

Orientasi akuntansi

Dari pengertian diatas dipahami orientasi akuntansi sering di tekankan pada berbagai gejala ilmu pengetahuan modern mulai dari sains, seni sampai pada teknologi. Pertanyanya, manakah konsep akuntansi yang paling mendekati? Apakah itu seni, sains atau teknologi? Jawabannya dapat dikupas dari berbagai perspektif pengguna hanya pendekatanya saja yang berbeda.

Dalam konsepnya akuntansi dapat di katakan sebagai bagian dari seni, sains ataupun teknologi, tergantung pemakaian kharakter ilmu pengetahuannya.

Baca Juga : Berbahayakah Menjadi Radikal?

Misalnya Suwardjono mengatakan bahwa dalam hal penerapannya akuntansi sering berkaitan erat dengan seni. Karena pada awalnya, seni dan kemampuan manusia yang saling berkaitan dan sering menonjolkan bakat alamiah atau bakat bawaan yang ada dalam dirinya sendiri.

Dan inilah yang disebut sebagai kemampuan spesifik dalam penerapan akuntansi sehingga mengandung bobot nilai. Selanjutnya ketrampilan seperti ini dengan sudah dapat didefinisikan sehingga membentuk seperangkat pengetahuan yang utuh hingga mampu berdiri sendiri serta dapat diterima untuk diajarkan dalam ruang kelas formal.

Seperangkat ilmu Normatif

Untuk itu hal akuntansi dalam kerangka sebagai seperangkat ilmu normatif berkaitan erat dengan sains. Suwardjono juga mengatakan bahwa sains merupakan salah satu cabang dari pengetahuan sebagai seperangkat ilmu yang bertujuan untu mendapatkan kebenaran atau validitas penjelasan tetang suatu fenomena dengan menerapkan metode ilmiah.

Baca Juga : Praksis Bersama Untuk Indonesia

Dari pengertian ini sains lebih beroritentasi pada kebebasan nilai karena itu sains tidak untuk menghasilkan dan mempengaruhi kebijakan tertentu melainkan untuk melahirkan kebenaran.

Dan jika diterapkan dalam cara pandang akuntansi maka dalam prakteknya akan lebih mengarah terhadap pembahasan mengenai perlakuan akuntansi akan hal ini, bukan bagaimana cara menciptakan perlakuan akuntansi supaya lebih berbobot.

Dan apabila keterkaitan seni dan sains dikarenakan kondisi ilmu pengetahuan maka akuntansi sebagai teknologi adalah bagian dari kondisi zaman. Oleh sebab itu, definisi yang paling tepat untuk paham ini lebih ke teknologi.

Karena dalam prosesnya, membutuhkan suatu penalaran logis yang dapat menjelaskan dan memberikan alasan tentang perlakuan suatu praktek akuntansi tertentu, baik yang sudah berjalan atau memberi landasan konseptual dalam penetuan standar atau praktik yang baru.

Baca Juga : Mengapa Harga Kopra Turun?

Proses seperti ini kemudian dikenal sebagai perekayasaan. Hal ini juga didukung oleh teori akuntansi menurut Pattor dan Littleton yang menyatakan bahwa tujuan dari teori akuntansi adalah mempersiapkan gagasan fundamental yang menjadi dasar dalam proses perekayasaan laporan keuangan.

Kesamaan lain karena dua-duannya merupakan ilmu terapan yang dikembangkan karena tuntutan zaman. Tuntutan itu bisa bersifat membangun, mengembangkan atau membentuk kerangka pendirian melalui teori-teori yang akuntabel. Dan ini juga sangat sesuai dengan pengertian akuntansi sebagai teori normatif.

Konklusi

Dari semua pengertian yang ada, jika dilihat dari sudut pandang apapun, akan berbeda karena bergantung pada segi penggunaanya sebab perbedaan dasar teori yang digunakan akan berbeda pula.

Dengan begitu, kharakteristik yang melandasinya tidak akan sama lagi sehingga hasil yang berupa pertimbangan-pertimbangan, pengandaian-pengandaian logis yang terjadi baik melalui penjelasan empiris, akuntansi tetap memiliki impilikasi yang tidak sama jika digunakan dalam tujuan sosial ataupun ekonomi.

Baca Juga : Strategi Pelestarian Budaya dan Bahasa

Kemudian, implikasi itu akan berpengaruh terhadap arah pembelajaran dan praktik akuntansi dimasa mendatang dan itu yang mesti di jaga agar akuntansi haruslah mampu dibawa pada koridor ilmunya. Koridor itulah yang menjadi kesamaan penggunaan akuntansi walaupun dilihat dalam sudut yang berbeda.

Maka akuntansi antara seni, sain ataupun teknologi tak lain hanya definisi yang lahir disebabkan oleh hal-hal yang sifatnya khas tetapi bukan dari atraksi semata serta berasal dari kesamaan penenerapan karena dilahirkan oleh hal yang sama yakni Ekonomi.

Apapun definisi yang digunakan, baik itu dari kostruk teorinya ataupun dari segi penggunaanya, haruslah berangkat dari kerangka pencatatan, pembuatan dan pengaplikasian yang harus dilakukan dengan  jujur, terbuka dan bebas.

You might like

About the Author: miminwekerindo

Seorang full-time blogger yang baru belajar ngeblog beberapa tahun lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.